Membangun Interaksi Yang Bermakna Dengan Pembaca Blog

Selama lebih dari dua tahun ngeblog, yang menulisnya pun jarang-jarang, tetapi saya yang tetap cinta dengan menulis ada beberapa hal yang saya amati. Salah satunya adalah interaksi yang bermakna dengan pembaca.

Pembaca yang berkunjung ke tulisan kita itu bermacam-macam. Bisa karena teman dalam circle yang melihat share artikel kita, kunjungan dalam rangka blogwalking, dan atau memang pencari artikel google yang menyasar ke blog kita. Mereka yang mampir tersebut bisa jadi akan meninggalkan komentar atau hanya jadi silent reader yang dalam hatinya sekedar "It's Okay!" kemudian close tab.

Interaksi dengan pembaca ini bisa terlihat salah satu indikatornya, setidaknya menurut teori saya sendiri, bukan dalam hal teknis blogging yang bisa dinilai dengan statistik, nampak di kolom komentar. Respon yang bermakna tersebut bukan sekedar datang dan pergi, atau sekedar meninggalkan jejak tak berhubungan dengan isi tulisan. Sebagai penulis, kita perlu juga memancingnya agar timbul tanggapan yang signifikan.


Dengan Pembaca Blog

Berikut adalah cara saya mengajak pembaca saya untuk turut serta dalam tulisan yang saya bagi.

1. Tulisan Tidak Terlalu Panjang
Tulisan yang terlalu panjang, terlebih berupa narasi, bisa membuat pembaca lekas bosan apalagi dengan topik tertentu yang tidak sejalan dengan kesukaan pembaca kawan blogger. Beberapa pembaca yang kebetulan mampir di blog kita sebenarnya tidaklah cukup tertarik. Pengecualian bagi pembaca yang hadir karena kebutuhan akan informasi dari tulisan kita.

2. Gunakan Model Penulisan Listikel
Model penulisan listikel atau menggunakan poin-poin utama di setiap pembahasannya, seperti tulisan yang Anda baca saat ini, memudahkan pembaca dalam mendapat inti tulisan.

Tulisan yang tidak memikirkan pembaca hanya akan membuat pembaca jadi malas dan bisa jadi membacanya secara skimming (membaca sepintas untuk mendapat inti keseluruhan) dan berakhir pada tanggapan "Artikel yang bagus", "Nice post!", "Sangat informatif!", "Fotonya bagus.",dan lain-lain yang lumayan basa dan basi.

Hal tersebut memang bentuk apresiasi yang simple, tetapi satu, bagi saya hanya menunjukkan ketidakseriusan dalam menanggapi apa yang kita sampaikan. Atau dua, memang tulisan kita cukup membikin pening sehingga tak ada komentar lain yang lebih baik untuk kita bubuhkan.

Entah kenapa, saya selalu suka dengan tanggapan yang (paling tidak) nyambung dengan isi tulisan. Yah, tetapi kembali ke pembaca, sih. Bebas saja sebenarnya. Hehe. Sama halnya dengan komentar "Pertamax!".

3. Berikan pertanyaan di akhir tulisan
Terkadang pengunjung blog kita yang dalam rangka blogwalking kebingungan menuliskan komentar. Sebabnya bisa jadi ia sudah lelah membaca tulisan-tulisan lain, atau bingung apa yang mau ditanyakan dan ditanggapi karena terlalu random.

Sebagai "pemberi materi", saya pikir kita juga harus peka. Coba kita tanyakan sesuatu di akhir tulisan. Tak perlu pertanyaan yang sulit, setidaknya pertanyaan pengalaman. Anda bisa lihat contohnya di akhir tulisan ini. Hal itu akan memudahkan pembaca memberi komentar dan secara tak langsung kita membuka sebuah diskusi.

4. Pengantar Kolom Komentar (jika ada) yang Ramah
Katakan, "Silakan tinggalkan komentar. Saya akan dengan senang hati membacanya." Ya, kata-kata semacam itu. Anda bisa memodifikasinya sesuai cara Anda untuk memancing pengunjung blog meninggalkan komentar tanpa sungkan.

5. Vice Versa, Lakukan Blogwalking dan Beri Komentar yang Nyambung
Begitu pula sebaliknya. Mari kita budayakan berkomentar yang baik dan nyambung dengan isi tulisan. Kalau kita berkomentar sesuai dengan apa yang dibahas, saya yakin si penulis akan lebih merasa diapresiasi. Saling antusias.

Hal kecil, tetapi bermakna. Sebab kita menulis, dan mem-publish, tak lain adalah untuk dibaca dan 'dialami'bersama.

6. Elemen Tertentu yang Menarik dalam Tulisan
Bagi saya, memberikan sebuah kutipan tertentu dalam sebuah tulisan adalah hal menarik tersendiri. Seakan penekanan sebuah motivasi. Tulisan yang kita unggah tersebut menjadi tak monoton full tulisan. Dan, gambar sebagai ilustrasi yang entah berhubungan atau tidak terlalu berhubungan, bisa sedikit menyegarkan mata pembaca.

Itulah beberapa hal yang saya lakukan untuk mendapat interaksi yang bermakna antara saya sebagai penulis dan Anda sebagai pembaca. Pembaca seakan diajak omong-omongan bareng kita. Tentunya kembali pada tujuan kita, apakah kita menulis untuk sekedar sharing informatif atau untuk jurnal harian/catatan atau untuk menarik opini dan komentar pembaca.

Nah, saya juga ingin tahu, apakah Anda juga memiliki cara tersendiri dalam meningkatkan interaksi dengan pembaca dan pengunjung Anda? Mari berbagi bagaimana caranya.

Postingan ini dikirim oleh:
Photo

Tidak ada yang lebih menyedihkan selain kehilangan dirimu sendiri...
  1. Hadir pagi dan jadi pengomentar pertama hehehe ...

    Penulis harus mampu membuat artikel yang menarik, terstruktur dengan baik agar nyamak disimak pembaca, tak perlu bertele-tele secara berlebihan, yang ada malah bikin jenuh pembaca duluan sebelum membaca sampai akhir.

    Untuk pembaca, kadang juga masih ada berkomentar di luar topik.
    Ngga apa-apa sih menurutku, asalkan masih ada sedikit 'garis benang merahnya' dengan artikel.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sharingnya, Mas Himawan. Poinnya tersebut yakni menarik, terstruktur, dan tidak bertele-tele.

      Delete
  2. Mantap, terima kasih sharing nya sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  3. Aku juga suka baca artikel yg ga terlalu panjang. Bahasa yg lebih mudah dipahami dan ga terlalu panjang. Kadang panjangnya itu bertele2.
    Bahasa yg langsung ke inti dengan kata2 yg mudah dipahami. Artikel diperjelas dg poin2 tertentu lebih ramah di mata ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju dengan Mba Anggun. Hal itu tidak melelahkan mata kita sebagai pembaca, yah setidaknya.

      Delete
  4. konten yang singkat padat jelas lebih mudah dimengerti daripada panjang bertele tele hehe

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel