Kenapa Harus ada Pembuat Konten Otomatis

Sudah lama tidak menerbitkan artikel seputar blogging, dan kebetulan mampir di salah satu forum yang memperdebatkan AGC atau Automatically generated content, dan parahnya lagi, tools sejenis ini sudah sering di iklankan di  media sosial, dan parahnya untuk yang kedua kali, setelah saya baca komentar demi komentar di dalam postingan iklan tersebut, tidak ada satupun blogger yang tidak tertarik dengan tool tersebut. Dari kejadian di sanalah akhirnya saya pun ingin ikut membahas seputar AGC.

] Kata Google:

Automatically generated content / Konten yang dihasilkan secara otomatis. Seringkali ini terdiri dari paragraf teks acak yang tidak masuk akal untuk pembaca tetapi yang mungkin mengandung kata kunci pencarian.

Beberapa contoh Automatically generated content meliputi:
  • Teks diterjemahkan oleh alat otomatis tanpa ulasan atau kurasi sebelum dipublikasikan
  • Teks yang dihasilkan melalui proses otomatis, seperti rantai Markov
  • Teks yang dihasilkan menggunakan teknik sinonim atau obfuscation otomatis
  • Teks yang dihasilkan dari potongan umpan Atom / RSS atau hasil pencarian
  • Menyambungkan atau menggabungkan konten dari halaman web yang berbeda tanpa menambahkan nilai yang cukup

] Kata saya:

Orang tidak benar-benar akan tertarik dengan konten yang dihasilkan otomatis, karena secara paragraf seperti kesleo (cidera). Cara kerjanya hanya meng-clone sebuah artikel orang lain melalui feed. Mereka yang sudah mati-matian menulis, menghayalkan materi, mencari referensi sampai ketiduran di depan layar, dengan secepat kilat artikel yang diterbitkan juga muncul di blog orang lain (pelaku AGC).

-Bagaimana cara Anda menjawab jika ada yang memulai diskusi tapi tidak menguasai konten otomatis Anda?
-Apakah Anda akan memberikan analisis dan konteks yang jelas?
-Atau cuma sekadar memuntahkan data?

Mungkin, bagi para pelaku AGC adalah menganggap ini merupakan persaingan, mungkin mereka bisa dengan gagahnya berkata "selamat datang di dunia maya", ada juga yang melakukan pembelaan dengan berkata "jangan membawa ayat-ayat cinta di dunia maya". Tapi, selagi konten AGC itu bermanfaat bagi pengunjung ya tidak masalah, karena masalahnya hanya pada "itu konten milik siapa".

Jika Anda menemui blog tersebut memiliki konten setengah paragraf atau konten kosong, bisa di curigai dialah salah satu dari banyak pencuri. Karena salah satu cara kerjanya yang memanfaatkan feed, lalu jika sang korban membatasi feed, maka yang ter-clone di blog tersangka hanya seperempat cerita. Ketika Anda melihat konten Anda 100% sama persis ada di blog lain, tidak usah di laporkan ke Google, doakan saja pelakunya cepat sakit dan cepat sehat kembali.

Google tahu jika konten Anda asli, dan Google sudah menjelaskan tentang konten yang mereka anggap sesuai. Pembangunan blog dengan cara Copas, Penerjemah Otomatis, dan AGC, pada dasarnya sama, sama-sama menciptakan blogger galak. Tapi, AGC tidak dilarang, karena AGC sangat membantu mereka yang memiliki bakat, *yaaa begitulah, lagi pula tidak asik juga kalau tidak ada bumbu.

AGC amat sangat merugikan orang lain, trik-trik lainya seperti black-black hat atau apalah itu jelas mempunyai resiko dan konsekuensi, seperti penangguhan akun sampai pada tidak terindeksnya sebuah blog. Alhamdulillah saya belum pernah ingin mencoba cara seperti itu, karena sekali lagi!... kegiatan seperti ini membutuhkan bakat dan mental yang kuat.

Jenis umum pembuatan otomatis lainnya adalah di mana seseorang telah mengambil konten blog dalam satu bahasa dan secara otomatis menerjemahkannya ke bahasa lain. Sering banget terjemahanya bahkan tidak masuk akal. Oleh karena itu Google menganggap konten seperti ini tidak berharga bagi pengguna dan tidak akan diberi peringkat pada hasil penelusuran.

] Tambahan

Berikut ini jawaban tanya jawab singkat yang saya dapat dari 3 Blogger senior, kece, dan rendah hati, yang menginspirasi banyak blogger pemula di Indonesia.

Dalam pertanyaan yang sama saya bertanya kepada ketiga beliau,
"Apa pendapat Anda tentang, apakah baik menggunakan AGC?


sugeng.id

1.] Jawaban dari Mas Sugeng (sugeng.id)

"AGC memang sudah menjadi topik perdebatan blogger sejak dulu.

Saya pribadi merupakan salah satu blogger yang kurang suka terhadap penggunaan AGC khususnya pada sebuah blog.

Blog-blog AGC yang saya temui hampir semuanya tidak memberikan manfaat bagi pengunjung."


kompiajaib.com

2.] Jawaban dari Mas Adhy Suryadi (kompiajaib.com)

"Auto generate content membunuh kreatifitas menulis yang merupakan fondasi dari seorang blogger.

Yang menggunakan Auto Generate Content hanya oknum yang hanya menginginkan uang tanpa mau menulis."


maxmanroe.com

3.] Jawaban dari Mas Marikxon Manurung (maxmanroe.com)

"Halo
Pertanyaannya itu jawabnya ada dua

1. Kalau untuk jangka pendek, AGC bisa dicoba biar tahu plus-minusnya
2. Untuk Blog yang ingin dibangun jangka panjang, AGC tidak baik dan harus dihindari.

Terimakasih
Marikxon"


Nah, dari ketiga jawaban di atas kita sudah bisa mengambil kesimpulan, bahwa konten itu yang paling utama, dan wajib tercipta dari manusia, bukan dari software atau sihir.

Sekali lagi, saya nggak ngelarang lho ya, cuma mau ngajakin bener aja, supaya bisa tanggung jawab ketika ada yang sedih melihat konten korban muncul persis di blog pelaku.

Semoga ada sedikit manfaat yang dapat Anda bawa pergi setelah mampir dari sini...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel